Diduga Langgar UU No 22 Tahun 2009, Mitra Kerja PT IKPP Perawang Pakai Mobil Angkut Barang Bawa Karyawan Jadi Sorotan

“PT IKPP Perawang Diduga Terkesan Membiarkan Praktik Pelanggaran UU LLAJ yang Mengancam Keselamatan Kerja“

SIAK – Sejumlah besar mitra kerja PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Perawang salah satu perusahaan kertas terbesar di Asia Tenggara, disorot karena masih menggunakan truk jenis Colt Diesel dan mobil pick up bak terbuka untuk mengangkut karyawan mereka.

​Fenomena ini terlihat jelas di area PT IKPP Perawang, khususnya di gerbang khusus mitra kerja di Jalan Bunut, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak. Kendaraan yang seharusnya digunakan untuk mengangkut barang, justru difungsikan untuk mobilisasi manusia saat jam masuk maupun pulang kerja.

​Ironisnya, praktik ini sudah berlangsung lama sudah tahunan, tanpa adanya tindakan tegas dari pihak PT IKPP. Perusahaan pemberi kerja diduga terkesan enggan memberikan teguran kepada pihak kontraktor atau subkontraktor yang jelas-jelas melanggar aturan.

​Padahal, penggunaan mobil pickup atau mobil bak terbuka untuk mengangkut orang telah melanggar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Pasal 303. Pasal tersebut secara eksplisit berisi larangan kendaraan angkutan barang digunakan untuk mengangkut penumpang.

Fenomena ini mendapatkan ​kritik keras warga setempat. ​Amin, seorang warga sekitar, menyayangkan sikap perusahaan sebesar PT IKPP Perawang yang membiarkan mitra kerjanya menggunakan kendaraan barang untuk mengangkut karyawan.

​”Itu namanya tidak memanusiakan manusia. Keselamatan manusia kok disamakan dengan barang,” ujar Amin saat ditemui media di Tualang, Senin (24/11/2025).

​Menurutnya, PT IKPP Perawang harus serius menyikapi persoalan ini karena menyangkut keselamatan jiwa mitra kerjanya. “Ini manusia, bukan barang. Sementara perusahaan lain seperti perusahaan besar kertas lainnya, mitra kerjanya sudah menggunakan bus. Kenapa perusahaan terbesar di Asia Tenggara ini tidak mampu? Ada apa?” tanyanya kritis.

​Amin juga menduga bahwa upah kecil yang diberikan PT IKPP Perawang kepada mitranya menjadi salah satu pemicu. “Saya dapat info, upahnya kecil sampai ke kontraktor. Ini salah satu pemicunya. Meskipun ada juga mitra kerja yang sudah menggunakan bus, tapi jumlahnya sangat sedikit,” tambahnya.

Terkait masih banyak mitra kerja PT IKPP Perawang menggunakan angkutan mobil barang digunakan mengangkut karyawannya,Kanit Lantas Polsek Tualang, Iptu Candra Herianto Sinaga, SH kepada media membenarkan bahwa penggunaan truk Colt Diesel dan pick up untuk mengangkut manusia adalah sebuah pelanggaran hukum sesuai aturan yang berlaku.

​”Secara aturan itu salah. Nanti akan kita tindak,” tegas Iptu Candra.

​Terkait banyaknya mitra kerja PT IKPP Perawang yang masih melakukan pelanggaran ini, pihaknya berencana untuk segera berkoordinasi dengan manajemen PT IKPP Perawang untuk mencari solusi.

“Iya, nanti kita akan koordinasi dengan pihak PT IKPP terkait persoalan ini,” pungkasnya.

​Sementara itu, Humas PT IKPP Perawang, Ardi, belum berhasil dihubungi untuk dimintai tanggapan hingga berita ini diterbitkan.(Nn)

  • Related Posts

    Lima Tahun Transformasi Pelindo, TPK Perawang Catat 117.442 TEUs Hingga September 2026 

    PERAWANG(Canelnews)-Memasuki kuartal terakhir 2026, Terminal Peti Kemas (TPK) Perawang mencatat arus peti kemas sebanyak 117.442 TEUs hingga September 2026.Capaian tersebut meningkat sekitar 7,1 persen secara year-on year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 109.665 TEUs.  Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu gambaran aktivitas logistik di kawasan Riau hingga akhi triwulan III 2026. Di tengah dinamika perdagangan, perubahan permintaan, dan tekanan biaya yangdihadapi dunia usaha, peningkatan arus peti kemas menunjukkan bahwa konektivitas melalui TPK Perawang tetap memiliki peran dalam mendukung pergerakan barang di wilayah tersebut. Bagi pengguna jasa, kinerja terminal tidak hanya diukur dari pertumbuhan throughput, tetapi juga dari kepastian dan keandalan pelayanan. Kelancaran proses bongkar muat, kesiapan fasilitas, akurasi informasi, serta koordinasi antar pihak menjadi bagian yang menentukan efisiensi rantai pasok. Terminal Head TPK Perawang Dida Darojat mengatakan pertumbuhan throughput hingga September menjadi catatan positif sekaligus menjadi dorongan bagi terminal untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. “Capaian hingga September ini menunjukkan bahwa operasional TPK Perawang tetap berjalan dengan baik di tengah dinamika yang dihadapi dunia usaha. Bagi kami, yang penting bukan hanya menjaga volume arus peti kemas, tetapi juga memastikan layanan semakin andal, efisien, dan memberikan kepastian bagi pengguna jasa. Kami akan terus memperkuat produktivitas serta koordinasi dengan seluruh stakeholder agar momentum positif ini dapat dipertahankan hingga akhir tahun,” ujar Dida, Kamis (8/10/2026)  Menurut Dida, penguatan kinerja terminal tidak hanya bertumpu pada volume arus peti kemas, tetapi juga pada optimalisasi sumber daya manusia, fasilitas, sistem operasional, serta koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan.  Salah satu langkah yang dilakukan TPK Perawang adalah memperkuat digitalisasi operasional melalui implementasi Terminal Operating System (TOS) Nusantara sejak April 2026. Sistem tersebut digunakan untuk mendukung berbagai tahapan operasional terminal, mulai dari perencanaan dan pengawasan kegiatan bongkar muat hingga proses receiving dan delivery.   Penerapan sistem digital juga diarahkan untuk meningkatkan akurasi dan ketersediaan data operasional, sehingga informasi dapat digunakan sebagai dasar dalam melakukan pemantauan dan pengambilan keputusan secara lebih cepat. Dari sisi pengguna jasa, peningkatan kualitas layanan pelabuhan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kepastian operasional perusahaan pelayaran. Ketua DPC INSA Pekanbaru Sei Pakning Marwan mengatakan keandalan pelayanan terminal berpengaruh terhadap kelancaran perjalanan kapal dan…

    PEP Lirik Edukasi Warga Koto Gasib Cegah Karhutla, Pola Hidup Sehat dan Pengelolaan BMN

    Pertamina EP Lirik bersama pemerintah dan masyarakat memperkuat sinergi menjaga lingkungan dan mendukung keberlangsungan operasional. SIAK(CanelNews)- Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya bergantung pada kesiapsiagaan saat api…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    PWI Siak Bekali Kepala Sekolah Literasi Jurnalistik di Era Digital Tingkat SMA/SMK

    • By admin
    • Oktober 29, 2026
    • 22 views
    PWI Siak Bekali Kepala Sekolah Literasi Jurnalistik di Era Digital Tingkat SMA/SMK

    Nasi MBG Mentah dan Lauk Kecil, Penerima Manfaat di Posyandu Tambak Rejo Bengkalis Mengeluh

    • By admin
    • Oktober 28, 2026
    • 43 views
    Nasi MBG Mentah dan Lauk Kecil, Penerima Manfaat di Posyandu Tambak Rejo Bengkalis Mengeluh

    Menebar Pakan, Memanen Harapan di Gading Sari

    • By admin
    • Oktober 26, 2026
    • 70 views
    Menebar Pakan, Memanen Harapan di Gading Sari

    PHR Perkuat Kompetensi Generasi Muda Riau, Siapkan Talenta Siap Kerja melalui Program Upskilling dan Pengembangan SDM

    • By admin
    • Oktober 25, 2026
    • 29 views
    PHR Perkuat Kompetensi Generasi Muda Riau, Siapkan Talenta Siap Kerja melalui Program Upskilling dan Pengembangan SDM

    Siasat KWT Melati: Berdamai dengan Monyet, Mandiri Lewat Keripik dan Bank Sampah

    • By admin
    • Oktober 22, 2026
    • 29 views
    Siasat KWT Melati: Berdamai dengan Monyet, Mandiri Lewat Keripik dan Bank Sampah

    Dinas Kominfo Rohil Tegaskan Roda Pemerintahan Tetap Berjalan, Masyarakat Diminta Tidak Terpengaruh Informasi yang Belum Terverifikasi

    • By admin
    • Oktober 22, 2026
    • 41 views
    Dinas Kominfo Rohil Tegaskan Roda Pemerintahan Tetap Berjalan, Masyarakat Diminta Tidak Terpengaruh Informasi yang Belum Terverifikasi