BENGKALIS (CanelNews)– Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Bengkalis, Hendrik Firnanda Pangaribuan, menuntaskan rangkaian kegiatan reses di Kecamatan Bathin Solapan. Selama enam hari, terhitung 8 hingga 13 Februari 2026, Hendrik menyambangi delapan titik untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
Kegiatan reses tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus forum dialog terbuka antara wakil rakyat dan warga. Beragam persoalan mengemuka, mulai dari keluhan pengurusan administrasi BPJS dan KTP, kondisi Penerangan Jalan Umum (PJU) yang mati total di sejumlah titik, peningkatan infrastruktur jalan, bantuan fasilitas rumah ibadah, hingga persoalan lapangan kerja dan kebutuhan sertifikasi keterampilan bagi generasi muda.
Menariknya, di sela pertemuan, warga juga menyampaikan apresiasi atas sejumlah usulan reses sebelumnya yang telah direalisasikan pemerintah daerah, seperti bantuan untuk rumah ibadah dan pembangunan jalan lingkungan. Masyarakat berharap program-program tersebut dapat terus berlanjut agar manfaatnya semakin dirasakan secara merata.
Menanggapi aspirasi itu, Hendrik menegaskan bahwa reses merupakan bagian dari fungsi DPRD untuk menyerap, mengawal, dan menganggarkan kebutuhan masyarakat yang telah disepakati bersama pemerintah daerah. Ia memastikan seluruh masukan warga Bathin Solapan akan dibawa dalam pembahasan perencanaan pembangunan dan diupayakan terealisasi pada Tahun Anggaran 2027.
Terkait kendala administrasi BPJS dan KTP, Hendrik mendorong adanya penyederhanaan layanan serta peningkatan koordinasi antarinstansi agar masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan.
Sementara untuk PJU, ia meminta dilakukan pendataan titik-titik lampu jalan yang mati total agar segera diusulkan dalam program perbaikan dan pemeliharaan.
Untuk peningkatan infrastruktur jalan dan bantuan fasilitas rumah ibadah, Hendrik menyatakan komitmennya mengawal usulan tersebut melalui mekanisme penganggaran yang tersedia. Sedangkan di sektor ketenagakerjaan, ia menekankan pentingnya pelatihan dan sertifikasi keterampilan bagi tenaga kerja lokal agar memiliki daya saing di dunia kerja.
“Pemerintah daerah bersama DPRD berkomitmen mempermudah urusan masyarakat. Kita juga perlu mendorong pelatihan bagi pencari kerja agar tenaga kerja lokal memiliki kompetensi yang dibutuhkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh hasil serapan aspirasi masyarakat Bathin Solapan akan menjadi bahan kajian prioritas dalam perencanaan pembangunan Kabupaten Bengkalis ke depan, seraya mengajak masyarakat untuk terus aktif mendukung program pemerintah demi peningkatan kesejahteraan bersama.









