BENGKALIS (CanelNews)– Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil (bumil), balita, dan siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, menuai sorotan publik. Bantuan makanan yang seharusnya menunjang pemenuhan gizi justru dibagikan sekali untuk konsumsi selama tiga hari selama bulan Ramadan.
Tidak hanya pola distribusinya yang dipertanyakan, porsi makanan yang diterima para penerima manfaat juga dinilai jauh dari standar kebutuhan gizi harian. Sejumlah penerima bahkan mengaku menu yang diberikan hanya cukup untuk dikonsumsi dalam satu hari.
Berdasarkan dokumentasi media ini, paket MBG yang dibagikan kepada ibu hamil dan balita hanya berisi minuman sari kacang hijau 200 ml, satu butir telur, dan satu buah roti. Paket tersebut disebut diperuntukkan untuk kebutuhan selama tiga hari.
“Selama Ramadan menu MBG diantar tiga hari sekali. Senin hingga Rabu kemarin menu yang diterima hanya minuman sari kacang hijau 200 ml, satu telur dan satu roti,” ungkap salah seorang ibu hamil penerima dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Ia mengaku heran dengan pola pembagian tersebut. Menurutnya, jika distribusi dilakukan setiap tiga hari sekali, seharusnya porsi yang diberikan juga menyesuaikan dengan kebutuhan selama tiga hari.
“Kalau memang pembagiannya tiga hari sekali, seharusnya porsinya juga untuk tiga hari. Setahu kami anggaran MBG sekitar Rp10 ribu per hari. Berarti kalau tiga hari harusnya sekitar Rp30 ribu, bukan seperti ini,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan orang tua siswa sekolah dasar di Kecamatan Bengkalis. Mereka mengaku paket MBG yang diterima anak-anak juga dibagikan tiga hari sekali dengan isi yang dinilai kurang layak.
“Anak-anak hanya dapat dua roti tawar, satu susu kotak dan satu buah. Bahkan rotinya ada yang sudah tidak layak dimakan. Hari sebelumnya menu MBG ayam dan dua buah telur masih mentah, terpaksa di rumah kami masak lagi,” kata salah seorang orang tua siswa.
Masyarakat berharap program MBG yang bertujuan meningkatkan gizi masyarakat, khususnya bagi ibu hamil, balita, dan anak sekolah, dapat dievaluasi secara menyeluruh.
Sesuai petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan program MBG, setiap penerima seharusnya mendapatkan makanan dengan kandungan gizi seimbang yang memenuhi kebutuhan harian, terutama protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral.
Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa program MBG tetap berjalan selama bulan Ramadan dengan sejumlah penyesuaian dalam mekanisme distribusi.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyebut penerima manfaat utama seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tetap menjadi prioritas dalam program tersebut.
“Pada prinsipnya penerima manfaat MBG seperti ibu hamil, ibu menyusui dan balita tetap berjalan normal. Balita tidak terkena kewajiban puasa sehingga tidak ada perubahan dalam pelaksanaannya,” jelas Dadan.
BGN juga mengatur bahwa dalam kondisi tertentu distribusi makanan dapat dilakukan dengan sistem paket atau bundling untuk beberapa hari sekaligus dengan batas maksimal tiga hari. Namun porsi yang diberikan harus tetap memenuhi kebutuhan gizi sesuai jumlah hari yang disalurkan.
Menanggapi keluhan tersebut, Koordinator Wilayah SPPG Bengkalis, Firman Sinaga, menyebut pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG di wilayah tersebut.
“Secara juknis MBG diterima setiap hari oleh penerima manfaat. Jika dalam kondisi tertentu seperti Ramadan dibagikan tiga hari sekali, maka porsi untuk tiga hari tersebut tidak boleh berkurang,” jelas Firman.
Ia menegaskan evaluasi akan dilakukan agar pelaksanaan program MBG di Bengkalis dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program ini agar ke depan bisa berjalan lebih baik dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.
Masyarakat berharap evaluasi tersebut benar-benar dilakukan, sehingga program MBG dapat berjalan optimal dan tepat sasaran, khususnya bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, dan anak sekolah selama bulan Ramadan. (*)









