Kepala Balai Bahasa Riau Dr Umi Kulsum S.S, M.Hum
PEKANBARU(CanelNews )– Bincang Sastra dua negara yang ditaja Komunitas Seni Budaya (KSB) Rumah Sunting, Kamis (17/9/2026) di Ruang Ismail Suko, Perpustakaan Soeman HS Provinsi Riau, dihadiri Rohani Din atau yang dikenal dengan Bunda Anie Din sastrawan dari Singapura, sastrawan Riau dan instansi terkait.
Ada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau yang diwakili Kepala Bidang Pelayanan Perpustakaan Dokumentasi Informasi Zulkarnain ST, MT, ada Kepala Dinas Kebudayaan Riau diwakili Kepala Bidang Bahasa dan Seni Hj. Jahrona S.Sos, M.M, ada Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau Dr Umi Kulsum S.S, M.Hum dan ada Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Riau Kristanto Januardi, S.S, M.M.
Sedangkan sastrawan dan seniman Riau yang hadir, antara lain, Husnu Abadi, Aris Abeba, Fakhrunnas MA Jabbar, Dheni Kurnia, Kazzaini Ks, Mosthamir Thalib, Bambang Kariyawan, Murparsaulian, Hening Wicara, Hang Kafrawi, Furqon Elwe, Syafruddin Saleh Sei Gergaji, Jasman Jaiman, Eko Ragil, Muhammad Asqalani Eneste dan pimpinan beberapa komunitas/lembaga seperti FTBM Kota Pekanbaru, FTBM Riau, FLP, Riau Sastra, TBM Cahaya Rumah. Hadir juga pimpinan Green Radioline, Tirastime, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) dll.
Kunni Masrohanti, founder KSB Rumah Sunting penyelenggara Bincang Sastra, mengatakan, kegiatan ini didukung dan difasilitasi penuh oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau.
‘’Bincang Sastra ini terlaksana karena didukung dan difasilitasi penuh oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau. Tentu juga berkat dukungan dan keriangan hati para sastrawan Riau yang bersedia hadir bahkan menjadi penanggap, para seniman, budayawan, pimpinan komunitas dan banyak lainnya yang tidak bisa kami sebutkan satu-persatu. Kami berharap apa yang kita lakukan hari ini menjadi salah satu upaya memperkuat dunia literasi di Riau. Salam takzim kami, terimakasih sekalung budi untuk semua,’’ kata Kunni.
Kepala Balai Bahasa Riau, Ibu Dr Umi Kulsum yang juga menyampaikan elu-eluan, mengajak kepada semua pihak untuk terus berkolaborasi dalam meningkatkan literasi di Riau.
‘’Banyak hal yang bisa dilakukan secara mudah dengan berkolaborasi, termasuk memajukan dunia literasi. Apa yang kita saksikan hari ini di ruangan ini adalah salah satu upaya itu,’’ kata Umi seraya menjelaskan program kerja yang saat ini sedang digencarkan di Balai Bahasa.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Riau juga menyampaikan ungkapan terimakasih dan ajakan untuk terus bersama melaksanakan berbagai kegiatan literasi di Riau.
‘’Kami juga mengucapkan terimakasih kepada penyelenggara kegiatan ini, Rumah Sunting, sehingga turut memaksimalkan keberadaan perpustakaan kita sebagai pusat kegiatan masyarakat termasuk diskusi-diskusi seperti ini. Selamat datang juga kepada sastrawan Singapura Bunda Rohani Din dan tentu juga sastrawan-sastrawan dan seniman-seniman Riau di perpustakaan kita ini. Kami catat ini sebagai salah satu kegiatan literasi yang sangat berdampak di tahun ini,’’ kata Zulkarnain, ST, MT.
Pada kesempatan itu, Bunda Anie Din memaparkan bagaimana Karmina, Pantun, Syair dan Talibun bisa menjadi akar sastra dan puisi. Katanya, barang siapa yang menguasai sastra lama, maka akan mudah baginya menulis karya sastra lain termasuk puisi, cerpen dan novel. Bunda juga menceriatakan bagaimana kondisi sastra Melayu khususnya di Singapura pada hari ini.
‘’Percayalah, sesiapa yang mengusasi sastra klasik semacam pantun, karmina atau pantun kilat, syair dan talibun, ia akan sangat mudah untuk menulis puisi, cerpen ataupun novel. Tulislah, jangan tak tulis,’’ kata perempuan yang menulis novel dengan judul Perempuan yang Dipapah Takdir ini.
Para penanggap secara bergantian pula menyampaikan pemikiran dan gagasan tentang sastra Melayu nusantara hingga puisi modern hari ini. Bincang Sastra diawali dengan pembacaan syair oleh Wulandari dari KSB Rumah Sunting, diwarnai dengan pembacaan puisi berantai di bagian tengah oleh TBM Rumah Baca dan pembacaan puisi bersama di akhir kegiatan oleh Community Pena Terbang (Competer). (*)








